Pages

Monday, January 25, 2010

Rebel or Not to Rebel.....(part 2)

Okay semua yang udah udah baca entri blog sebelom ini silakan menyimak, yang belom baca dulu dah. Yang gw tangkep dari tulisannya si Jerinx "gak knapa ngeberontak, asal jelas ngelawan apa, siapa, dan dengan cara apa lo akan memberontak". Gw selalu menganggap BMX (terutama freestyle) adalah olahraga pemberontakan, sebuah bentuk ekspresi diri, serta sarana protes. Ketika kita lagi jalan dan kemudian bunnyhop 360 dan diliatin orang banyak, itulah pemberontakan. Kenapa..?? karena lo gak seharusnya melakukan itu dengan sepeda lo, sepeda bukan buat itu, tapi lo lakuin juga kan..?? karena asik, karena keren, karena itulah diri lo, lo baru aja mengekspresikan siapa elo. Ketika kalian rame-rame nge-street sama temen-temen sampe ngehalangin jalan motor ato mobil yang mau lewat secara gak langsung itu adalah protes, mana jalur khusus sepeda...??

hal lain yang gak kalah penting berkaitan dengan menjadi seorang rebel adalah kreativitas. Salah satu yang jadi kendala di komunitas BMX di Indonesia adalah minimnya fasilitas (ramps, skatepark, dll) ya udah coba aja bikin sendiri DIY (Do It Yourself) jangan nunggu pemerintah bikinin buat kita, coba bikin proposal, kirim ke pemda setempat ato ke pihak-pihak swasta yang kira-kira bisa bantu. Ato yang lebih mudah lagi, maen street aja, elo 180 dari trotoar aja itu udah street riding namanya, sering-sering jalan-jalan, cari spot baru, cobalah untuk kreatif, manfaatkan apa yang ada, perkuat basic kalian. Ketika daerah sekitar kalian nggak menyediakan sarana yang memadai, do your own thing, create your own scene. Selain itu jangan sampe kita terjebak dalam pandangan bahwa BMX itu harus loncat tinggi-tinggi sambil bergaya aneh-aneh di udara, gak mesti kok, emang sih aerial tricks itu keren tapi BMX gak cuman itu doank cuy banyak hal laen yang bisa lo lakuin, banyak tempat yang bisa lo jelajahin, jadilah diri lo sendiri, Be creative, be yourself....

Rebel or Not to Rebel.....(part 1)


Ini adalah kata-kata yang ditulis oleh salah satu orang yang amat gw kagumi di jagat kesenian Indonesia, Jerinx, drummer-nya Superman Is Dead. It goes like This...



Rebel For Life


Pemberontak, rebel......what's came up in your head when you hear this word?

Melawan orang tua? Drugs? Mabuk lalu menghajar orang? or mengganti dress-code mu mengikuti gaya band2 yang over-played di MTV?

Well, no matter what you do, esensi pemberontakan tidak akan pernah berubah.

A real rebellion stays under your skin. Bukan dari dandanan, machoism, tattoos, piercing or anorexic-look yang dibuat-buat. There's two kinds of rebel. Once you're a real rebel, kamu akan selalu jadi a rebel for most of your lifetime, tak akan bisa berubah coz that's who you are. It's in your blood. Kamu akan selalu berpikir utk melawan kecenderungan2 yang ada, kapan saja dimana saja.But when you're a wannabe-rebel [pemberontak tanpa misi dan prinsip yang jelas] kamu hanya akan memandang sebuah pemberontakan dari sisi luarnya aja [baca: fashion] Dan a wannabe-rebel tidak akan pernah membuat sejarah atau melahirkan pemikiran baru yang lebih baik utk generasinya.

Kita orang timur emang seringkali bingung mengadaptasi culture barat yang sedemikian liberalnya, dimana disini masyarakat kita diikat oleh tatanan atau norma yang kadang gak penting dan berlebihan. Masyarakat kita mencintai keseragaman dan kurang menghargai sosok2 idealis or individualis. Menjadi seorang rebel memang susah untuk hidup di Indonesia, for real, tapi disanalah letak art of the rebellion-nya. Sesuatu yang memerlukan pengorbanan karena masyarakat kita masih cenderung melihat sisi negatif dari seorang rebel [di cap sok kebarat-baratan dll]. Padahal menjadi rebel bukanlah hal yang 100% salah. Tergantung apa yang kamu lawan. Misalnya, kamu benci melihat sinetron2 Indonesia yang mewah, dangkal dan mudah ditebak, lalu kamu bikin sebuah film dokumenter ttg bagaimana sinetron2 tsb membodohi masyarakat kita yang mayoritas masih hidup dibawah garis kemiskinan. Itu sebuah pemberontakan yang pintar. Sebuah counter thd. komersialitas dan penyeragaman yang berlebihan.

A real rebel selalu berada diluar kecenderungan masyarakat, dan itu bukanlah pilihan yang salah, selama kamu bisa bertahan dan mempertanggung jawabkan misi dari pemberontakkan mu.

Harus diingat, kecenderungan di masyarakat atau di scene tidak selalu benar dan baik buat kita.

Contohnya ketika trend emo menyerang, remaja kota2 besar beramai-ramai menutupi rambutnya dgn poni dan bikin band emo dadakan, alasannya biar keliatan 'cool' dan diterima di pergaulan kota besar yang makin konsumtif. Hanya sebagian kecil dari remaja2 kita yang serius menyimak dan mengerti lirik band2 emo. Ironis. Padahal diasalnya, band2 tsb terbentuk karena mereka sering tersisih dalam pergaulan, dan musik yang mereka tulis adalah penegas kalau mereka adalah orang2 yang berada diluar kecenderungan/pergaulan. Disini, oleh sebagian besar remaja malah dipakai senjata utk kelihatan 'up to date' dan 'gaul'[damn, i hate that word!]. Same thing happens to punkrock and ska and maybe rockabilly in the future.. Misi pemberontakannya ditinggalkan, fashion-nya di obral habis2an. Dan menurut saya itu samasekali bukan pemberontakan.

Kalau saya umpamakan pemberontakan adalah struktur sebuah lagu/band, jadinya begini: pakaian yang dikenakan oleh personel band, jenis suara gitar, drum dan suara teriakan/nyanyian vokal adalah media penyampai pemberontakan, sedangkan isi dari pemberontakan itu sendiri ada pada lirik. Karena lirik berasal dari pemikiran yang paling dalam, ada pesan yang ingin disampaikan. Banyak orang yang bisa bermain skillful, tempo drum hebat, tehnik vokal diatas angin dan bergaya spt rockstar kebanyakan groupies yang mempunyai masalah kejiwaan [yea right...] tapi jarang bgt ada band Indonesia, apalagi yang terkenal, punya lirik berontak yang skaligus pintar. Ujung2nya paling keras bisanya menghujat pemerintah tanpa ngasi solusi yang jelas, yang buruh bangunan pun bisa melakukan itu sambil menghisap kretek terakhirnya. Jadi ya, percuma saja kalau ada band yang merasa sudah pemberontak hanya karena memakai kaos gambar tengkorak, tattoo or mohawk, distorsi maksimum dgn beat drum yang berat, tapi liriknya masih standar khas Indonesia [lirik cinta yang dangkal dan di klip harus ada model cantik dan ganteng lagi berantem] Seorang rebel akan menemui kesulitan men-support band2 spt itu. Lagipula, kenapa harus nyerah ama standar2 yang dibikin ama generasi sblm kita, apa kita tidak punya hak utk punya taste thd standar yang berbeda?

Sekarang try to think, kecenderungan apa aja yang ada di masyarakat kita yang kamu rasa mengganggu tidurmu. Ignorance is the real enemy. Kamu benci melihat budaya kekerasan yang semakin populer di masyarakat, lawan itu semua dan jangan ikut menjadi seperti mereka. Kamu kesal stiap kali melihat masyarakat dengan santainya membuang sampah plastik sembarangan, jadilah seorang pro-environment dan pengaruhi orang2 disekitarmu. Kamu gak tega melihat hewan2 dibunuh utk dimakan, jadilah seorang vegetarian dan daftarkan dirimu di peta2.com. Kamu bosan melihat budaya modern nan konsumtif anak muda yang manja dan kadang berlebihan, jadilah seorang berandal pasar barang bekas dan kenakan pakaian bekasmu dengan bangga dan stylish. Kamu merasa menyesal membeli majalah yang dipenuhi wajah2 infotainment ga penting, bikin dan cetaklah wajahmu sendiri. Bosan ama design kaos2 distro yang makin seragam dan cheesy, bikin clothing-line mu sendiri. Akan lebih baik jika kamu melakukan itu semua tanpa menjadi seorang fasis yang kaku. Just do your own thing.

See..banyak hal2 berontak yang bisa kamu lakukan di Indonesia tanpa harus merugikan orang lain dan malah bisa menguntungkan jika kamu bisa me-manage 'kenakalanmu'

Jadilah seorang counter-culture with a big heart, yang bertanggung jawab, respect thd keluarga, lingkungan dan bumi pertiwi. Dont judge us, musicians, by the way we look or the way we dress, coz these days, anyone can look so punk, so psycho, so emo, so rockabilly, so metal dalam hitungan detik. Zap! Just like that!

Jangan sampai terjebak menjadi seorang rebel bodoh yang hanya mengejar status sosial.

You gotta know where you stand and why you stand there. Knowledge [pengetahuan] is king and that's all you need to be a real modern rebel.


Cheers, cherry and dynamite!

Trus apa kaitannya tulisan ini sama BMX...??? ada di part berikutnya....

Monday, January 11, 2010

TMII filming session

Hari minggu kemarin, anak-anak BMX Halim dan dua orang dari Eternal BMX maen di Taman Mini Indonesia Indah, sekalian ngambil gambar untuk video Propaganda yang dierencanakan akan keluar secepatnya tahun ini. Dimulai dari spot di sekitar taman IPTEK anak-anak langsung mulai dengan beberapa trik andalan masing-masing. Beberapa trik keren dikeluarkan, Asep dengan manual to feeble grindnya, Jabrik dengan hang-five-nya yang cihuy, serta gw (SRKM) yang mencoba menirukan gayanya Josh Stricker.
Photobucket
Setelah dari IPTEK, anak-anak lanjut lagi ke anjungan DKI Jakarta. Sebetulnya di sana ada spot wallride yang oke banget, cuman karena semalem abis ujan jadinya licin banget dan gak bisa dimainin. Akhirnya yang jadi pelampiasan adalah sebuah ledge yang dihajar abis-abisan sama si Asep, gw juga nyoba pedal grind tapi gagal dan berujung pada sebuah kunjungan ke tukang urut sepulang gw dari sana.
Photobucket
Udah puas dari anjungan DKI, rombongan pun pindah ke spot yang disebut taman Among (nama yang agak aneh kalo menurut beberapa orang). Spot ini sebetulnya asik banget cuman karena emang tempatnya udah gak pernah dipake jadinya banyak alang-alang, tapi yang paling asik adalah gak ada pihak keamanan yang bakal ngomelin lu di sini. Di sini Aip sama Bayu ngeluarin tucked no Hander andalan mereka, Ferdy dengan 180-nya, dan trik-trik lain yang mesti lo liat nanti kalo videonya udah kelar. Sayang cuacanya kurang ngedukung dan sebagian anak-anak juga ada kegiatan lain sehingga session harus dibubarkan, tapi masih ada spot-spot yang belom dijelajahi dan dendam beberapa orang yang masih penasaran sama trik yang belom dapet sehingga bisa dipastiin bahwa akan ada sesi berikutnya, Cheers....

Photobucket

Friday, January 8, 2010

Halim, Jakarta BMX Fun Session

Sebuah video dari anak-anak BMX Halim, Jakarta yang sedang street riding dan nge-dirt di daerah Taman Mini dan sekitarnya. Menampilkan Ferdy, Aip, Asep, Angga, Bayu, Bejo, Arto, Pras, Puput, dll. They all ride hard and they all have fun, cheers...

Thursday, January 7, 2010

New Session BMX Competition Results


Pada tanggal 3 Januari kemaren anak-anak Bandung BMX menggelar hajatan berupa, "NEW SESSION" BMX Competition yang berkonsep Street Untrunsition (tanpa transisi) dan diselenggarakan di lapangan KPAD-Gegerkalong, Bandung yang tidak jauh dari base camp Bandung BMX.

Event ini bertaraf event lokal dan juga sebagai event pembuka di tahun 2010 khusunya untuk daerah Bandung, dan juga yang pertamakali Bandung BMX selenggarakan di lapangan KPAD.

Photobucket
PhotobucketPhotobucketAdapun kategori yang dipertandingkan untuk street adalah Best Box, Best Grind, dan Best Wall. Serta untuk Flatland adalah Battle. Walaupun cuacanya sempat agak meragukan tapi untung aja ketika seluruh kategori udah kelar baru hujan turun, alhasil pada waktu pengumuman pemenang dan pembagian hadiah terpaksa dilakukan sambil ujan-ujanan.

best wall winners
best grind winners
Photobucket
Dan berikut hasilnya:
- Best Box :
1. Ray
2. Gilang
3. Lil' Andre

- Best Wall :
1. Ray
2. Arif
3. Dian

- Best Grind :
1. Sarkum (Jakarta) ehm ehm :D
2. Padi (Tanggerang)
3. Andi MK

- Flatland Battle : Haris

Selamat kepada juara, keep riding hard, hail to the underground.

Terima kasih kepada para sponsor : LEVEL BIKES, EAT, FATHINSIDE, 2D BMX, STRAIGHT WEAR, JACKALS Co., MISION PRODUCT, X-STUFF, THE MUNKEES, LT BIKE, JITENSA, HIGHWEAR, THRUE TILL DEAD, RIDE CORE, AFFA BIKES.

Wednesday, January 6, 2010

Salah Kaprah



Pertama-tama ada satu hal yang mesti gw luruskan terlebih dahulu. Street BMX yang gw maksud bukanlah seperti yang selama ini sering kalian lihat di kontes-kontes atau kejuaraan-kejuaraan selama ini. Kejuaraan-kejuaraan yang menitik beratkan pada obstacle-obstacle (ramps) seperti jump box, spine, quarter pipe, dll. No..!!! salah besar, itu bukan street., itu park BMX. Street yang gw maksud adalah BMX dengan memanfaatkan rintangan-rintangan yang ada di jalanan ataupun lingkungan perkotaan di sekitar kita, atau yang selama ini sering dipelesetkan jadi street "natural". Jadi kalo lain kali kalian dateng dan ikut kontes yang masang judul "street" tapi obstaclenya jump box, spine, quarter pipe dan sejenisnya, samperin panitianya dan suruh mereka ganti judulnya karena kalian dateng ke acara park. Dulu gw pernah mengkritik masalah ini ke ketua organisasi yang ngurusin BMX di Indonesia, dan dia bilang "ah anak-BMX udah terlanjur taunya park itu=street" that is bull shit..!!! gw yakin kalian semua cerdas dan tau mana yang bener.

Awal Dari Sebuah Kebangkitan

Oke-oke, ini adalah sebuah blog yang didedikasikan buat seluruh rider BMX yg ada di Indonesia, terutama rider-rider underground terutama street BMX yang skill serta style mereka belum terwakili oleh keadaan yang selama ini ada di Indonesia. Gw rasa banyak di antara kalian yang tau siapa itu Munting, Rizky, Okke, Esa, dll. Mereka adalah nama-nama besar di jagat BMX tanah air, nama-nama yang gak pernah lepas dari jagat kontes yang kerap diadakan oleh salah satu organisasi yg konon katanya ngurusin BMX di negara ini. Cuman gw yakin gak banyak dari kalian yang tahu tentang Tukill, Jabrik, Bayu Priok, Aip, Tommy Brainsucks, Cepslock, dll. Mereka adalah rider-rider berbakat dengan skill dan style yang asik namun seakan-akan gak pernah keliatan karena gak ada pihak yang bisa ngewakilin mereka. Hingga pada suatu ketika terjadi percakapan antara gw (SRKM), Mechsa, dan Apep (B2ST) yang memiliki pemikiran yang sama untuk memajukan BMX street, timbulah gagasan buat bikin blog ini. Tujuannya sih sederhana, supaya kalian-kalian rider BMX yang selama ini gak keliatan bisa muncul ke permukaan dan bisa mencapai apapun yang kalian cita-citakan dalam dunia bmx ini, supaya rider-rider lain di Indonesia tau bahwa kalian ada dan layak diperhitungkan. Dan yang paling penting adalah supaya jagat street BMX di Indonesia bisa lebih maju lagi, karena jujur aja street BMX kita kalah jauh sama negara-negara lain. Gak usah jauh-jauh Singapura aja yang makan pemen karet aja gak boleh, street BMX-nya maju pesat. Maka dari itu blog ini kami buat supaya kita bisa saling mendukung, saling menyemangati, saling berbagi, dan yang terpenting bersenang-senang. dan untuk mencapai cita-cita yang mulia itu kita butuh PROPAGANDA.